ZT Kru - шаблон joomla Окна

Artikel

SAMBUTAN

     Ketersediaan data pendidikan termasuk didalamnya data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dan Satuan Pendidikan yang valid dan akurat mutlak diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan di setiap unit satuan pendidikan.

     Mengingat pentingnya data tersebut, saya menyambut gembira dan mengapresiasi atas upaya yang dilakukan oleh tim data LPMP Sumatera Selatan untuk menerbitkan buku Profil Pendidikan yang menyajikan data pendidikan dalam
bentuk angka yang dilengkapi dengan beberapa grafik yang menggambarkan informasi tentang pendidikan di Sumatera Selatan.


     Semoga buku Profil Pendidikan Sumatera Selatan Tahun 2016 ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dan menjadi referensi penting bagi pihak yang berkepentingan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Sumatera Selatan.


     Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan buku profil ini. Selanjutnya
saran yang membangun dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk penyempurnaan buku profil ini di masa mendatang.


Inderalaya, Desember 2016
Kepala LPMP Provinsi Sumatera Selatan,

 


Dr. H. Yaswardi, M.Si.
NIP 19631215 198703 1 001

 

selanjutnya di: PROFIL PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA SELATAN 2016

Proposal Perkonsultasian Fasilitasi Peningkatan Mutu Pendidikan
Oleh: Pirdaus, M.M., M.Pd. Widyaiswara Madya LPMP Provinsi Sumatera Selatan

Abstrak.

Tujuan penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan proposal perkonsultasian fasilitasi sebagai rancangan bahan konsultasi berkaitan dengan pengembangan kurikulum fasilitasi berbasis kompetensi. Fasilitasi yang dimaksud merupakan fasilitasi yang diselenggarakan atau dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sumatera Selatan, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan pihak lain.
Secara khusus, proposal perkonsultasian fasilitasi ini membahas penerapan model ADDIE untuk mengoptimalkan pengembangan kurikulum fasilitasi berbasis kompetensi pada fasilitasi peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas.

Kata kunci: fasilitasi, kompetensi guru, model ADDIE, penelitian tindakan kelas,
pengembangan kurikulum fasilitasi.

baca selanjutnya >>>>>>

Kedudukan moral dalam kehidupan manusia sangat penting. Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap sendi dalam masyarakat memerlukan sikap, tingkah laku dan moral positif di dalamnya. Apapun profesi yang disandang masyarakat, pendidikan moral sangat perlu. Seperti kita ketahui bersama bahwasannya akhir-akhir ini kita banyak disuguhi berita yang sangat mengenaskan dan jauh dari moralitas yang positif.

Pendidikan moral sudah seharusnya diterapkan kepaada masyarakat yang seyogyanya dimulai ketika masih kecil. Andak-anak posisinya menjadi sangat krusial pada pembentukan karakter moral ini. Karena ke depan merekalah yang akan memegang kendali kehidupan. Untuk itu, mau tidak mau pendidikan moral harus mulai diterapkan sejak dini, dan lebih dari sekedar pelajaran, pendidikan moral harus dijadikan sebuah gaya hidup yang tidak hanya sekedar ingin mendapatkan nilai di sekolah saja.
 
Dan akan semakin bagus dan efektif jika pendidikan moral juga bisa masuk ke dalam keluarga. Jadi setiap keluarga, terutama orang tua, bisa memberikan pelajaran pendidikan moral kepada anak-anaknya. Contoh yang bagus dalam menjalani kehidupan dengan penuh sikap dan moral yang positif, sangat berpengaruh untuk anak. Anak-anak tentu akan mencontoh orang tuanya apapun yang dilakukan. Jadi ketika orang tua melakukan perbuatan yang bagus, sedikit banyak anak-anak pun juga akan mengikutinya.

Tahapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)

Sistem penjaminan Mutu Pendidikan Internal merupakan suatu siklus yang kontinyu yang dilaksanakan oleh satuan pendidikan dalam menjamin peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan serta terbangunnya budaya mutu pendidikan di sekolah. Dalam menjalankan penjaminan mutu pendidikan disetiap satuan pendidikan merupakan upaya terpadu dan sistematis antara seluruh pemangku kepentingan di sekolah yang meliputi kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan/tata usaha, dan bekerjasama dengan komite sekolah.

Sistem penjaminan mutu pendidikan di sekolah dibagi menjadi lima tahapan yaitu :

  1. Pemetaan Mutu

Pemetaan mutu dilaksanakan dengan menggunakan dokumen evaluasi diri yang di dalamnya termasuk instrumen evaluasi diri dengan mengacu kepada Standar Nasional pendidikan (SNP) sebagai standar minimal dalam penyelenggaran pendidikan. Hasil pemetaan mutu selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam menetapkan visi, misi dan kebijakan sekolah dalam melakukan peningkatan mutu pendidikan.

 

2. Penyusunan rencana peningkatan mutu

Berdasarkan hasil pemetaan mutu pendidikan yang telah dicapai (sebagai baseline) selanjutnya dilakukan penyusunan rencana peningkatan mutu pendidikan yang dituangkan dalam dokumen perencanaan, pengembangan sekolah dan rencana aksi.

 

3. Implementasi rencana peningkatan mutu

Implementasi rencana peningkatan mutu selama periode tertentu (semester atau tahun ajaran).

 

4. Evaluasi/audit internal

Evaluasi/audit secara internal untuk memastikan bahwa pelaksanaan peningkatan mutu berjalan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Laporan hasil evaluasi adalah pemenuhan 8 SNP, hasil implementasi dan rencana aksi.

 

5. Penetapan standar mutu pendidikan.

Penetapan standar mutu baru yang lebih tinggi apabila capaian sekolah telah memenuhi minimal sesuai SNP.

Dengan demikian penerapan sistem penjaminan mutu bukanlah hanya ditujukan untuk meningkatkan mutu sesuai SNP namun mendorong terciptanya budaya mutu pendidikan dimana semua komponen di sekolah memiliki jiwa pembelajar dan selalu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan zaman.

Sumber : Juklak Penjaminan Mutu Pendidikan oleh satuan Pendidikan, Dirjendikdasmen, Kemdikbud 2016.